Dinas Perindustrian Kab bone

PROFIL POTENSI KAB.BONE

Gambaran Umum Kabupaten Bone

  • LUAS WILAYAH : 4,559 Km2
  • KECAMATAN : 27
  • DESA : 328
  • KELURAHAN : 44
  • PENDUDUK : 734.119 JIWA
  • KEPADATAN PENDUDUK : 161 JIWA/Km2
  • PERTUMBUHAN EKONOMI : 6,09 %

 

žKeadaan Umum Wilayah :

Kabupaten Bone merupakan salah satu kabupaten di pesisir timur Provinsi Sulawesi selatan yang berjarak 174 km dari kota Makassar . Mempunyai garis pantai sepanjang 138 km dari arah selatan ke arah utara. Secara astronomis terletak dalam posisi 4˚ 13 ‘ – 5˚ 06’Lintang Selatan dan antara 119 ˚42’ – 120 º40’ Bujur Timur dengan batas wilayah sebagai berikut :

  • Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Wajo dan Soppeng
  • Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Sinjai dan Gowa
  • Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Teluk Bone
  • Sebelah Barat berbatasan dengan kabupaten Maros, Pangkep dan Barru.

žSecara umum perekonomian daerah Kabupaten Bone didominasi sektor pertanian, khususnya sektor pertanian tanaman pangan terutama padi, jagung dan kedelai.

žSektor pertanian memiliki konstribusi terbesar terhadap pertumbuhan perekonomian  PDRB Kabupaten Bone yaitu 46,06 %.

žPotensi Luas tanam jagung tahun 2015 yaitu 62.194 Ha dengan sasaran panen 590.843 dan target produksi sebesar 324.964 ton dengan  tingkat produktivitas 5,5 ton/Ha.

 

PROSPEK PENGEMBANGAN

žMeningkatkan produksi jagung berpeluang untuk menjadi pemasok di pasar domestik dan nasional maupun pasar internasional.

žUpaya peningkatan produksi jagung ditempuh melalui :

  1. Ekstensifikasi
  2. Intensifikasi

Dalam kaitan ini diperlukan berbagai dukungan terutama dukungan dari pemerintah daerah dan pihak swasta

 

ASPEK TEKNIS

Teknologi yang dibutuhkan untuk pengembangan jagung antara lain :

  1. Bibit unggul (Varietas hibrida).
  2. Teknologi produksi
  3. Teknologi budidaya.
  4. Teknologi pasca panen.

ž

Penyerapan Tenaga Kerja

žUntuk pertanaman jagung seluas 1 ha dibutuhkan tenaga kerja kurang lebih 5 orang.

žSasaran pertanaman jagung di Kabupaten Bone Tahun 2015 seluas 62.194 Ha. Dengan luas tersebut tentunya dibutuhkan tenaga kerja kurang lebih 310.970 orang.

 

GAMBARAN  UMUM KELAUTAN DAN PERIKANAN KAB. BONE

 

WILAYAH

  • Panjang Garis Pantai  :  138 Km
  • Jumlah Kecamatan Pantai  :  10 Kec.
  • Jumlah Kec  Air tawar / Mina padi  :   17 Kec
  • Jumlah Desa/Kel Pesisir  :   63 Desa/Kel
  • Jumlah Desa/kel Air Tawar/Minapadi  :  119 Desa/Kel

 

SARANA DAN PRASARANA

  • Kantor Dinas  :  1 Unit
  • Kantor  UPTD  :  2 Unit
  • Armada Penangkapan Ikan (Kapal)  :  3.054 Kapal
  • Balai Benih Ikan (BBI)  :  1 Unit
  • Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI)  :  1 Unit
  • Tempat Pendaratan Ikan (TPI)  :  4 Unit

 

SDM / KELEMBAGAAN

Pelaku Utama/Usaha    :  18.721  Jiwa / 702 Kelompok Terdiri dari :

  • Nelayan:  9.366 Jiwa/ 217 KUB => 1 FKKUB (Asosiasi)
  • Pembudidaya:  6.641 Jiwa / 340 Pokdakan => 1 UPP  ( Asosiasi) 
  • Pengolah dan Pemasar:  1.481 Jiwa / 86 Poklahsar           
  • Pokmaswas:  1.233 Orang / 59 Kelompok

 

PROFILE PETERNAKAN KAB. BONE

No.

Jenis Ternak

Populasi Ternak (Ekor)

Tahun 2011

Tahun 2012

Tahun 2013

Tahun 2014

1

SAPI

283.441

303.322

307.435

325.425

 2

KERBAU

3.689

3.705

3.841

3.955

3

KUDA

9.360

9.589

9.796

9.872

4

KAMBING

16.567

22.479

22.984

24.129

5

AYAM BURAS

1.958.707

3.089.615

2.290.682

2.455.721

6

AYAM PETELUR

49.764

137.088

137.101

154.059

7

AYAM PEDAGING

80.895

117.358

121.401

155.340

8

ITIK / ENTOK

156.669

187.066

188.269

202.920

 

KAWASAN PERTAMBANGAN

POTENSI MINERAL LOGAM YANG TERIDENTIFIKASI DI KABUPATEN BONE ANTARA LAIN:

  1. Emas, terdapat di daerah Patimpeng, diindikasikan memiliki kandungan emas dengan luasan sebaran mencapai 20.000 Ha;
  2. Tembaga dan Zeng, terdapat di Kecamatan Libureng, Patimpeng, Tonra, Salomekko dan Mare dengan indikasi sebaran mencapai 100.000 Ha;
  3. Mangan, terdapat di Kecamatan Ponre, Bontocani, dan Salomekko dengan luasan sebaran mencapai 5.506,5 Ha;
  4. Endapan Besi, terdapat di Kecamatan Bontocani dan Kahu dengan luas sebaran mencapai 10.200 Ha.

POTENSI BATUBARA: Meliputi batubara dengan rank antara sub antrasit hingga bituminus. Terdapat di Kecamatan Lamuru, Tellulimpoe, Libureng, Kahu dan salomekko.

POTENSI MINERAL NON LOGAM DAN BATUAN: Batugamping, Marmer, Dolomit, Kuarsa, Batu Sabak dan Basal, Batu tempel (ornamen stone) dari jenis riolit dan tufa hijau, yang tersebar dibeberapa wilayah seperti Bontocani, Patimpeng, Salomekko, Tonra, Lappariaja, Ulaweng, Palakka, Amali, Tellusiattinge, Ponre dan Cina dan Sibulue.

 

PROSPEK PENGEMBANGAN SUMBERDAYA MINERAL DAN BATUBARA

POTENSI SDM DAN BATUBARA

Berdasarkan kondisi geologi yang berkembang di Kabupaten Bone, potensi sumber daya mineral dan batubara di daerah ini cukup bervariasi, terdiri dari komoditas logam, bukan logam, batuan dan batubara.

Adapun komoditas yang telah diusahakan, meliputi : bijih besi, mangan, batubara, pasir, sirtu, tanah timbun dan batugamping yang didasarkan atas IUP eksplorasi dan operasi produksi

 

KONDISI GEOLOGI KAB. BONE

Bentang alam pedataran menyebar pada bagian Utara dan Timur. Bagian Timur berbatasan dengan Teluk Bone

Bentang alam perbukitan menyebar pada bagian tengah, Barat dan Selatan.

Batuan penyusun terdiri atas:

Batuan Sedimen ( Batugampng F. Tonasa, Batugamping Anggota Taccipi F.Walanae, Batupasir kuarsa F. Mallawa, Serpih F. Salokalumpang,  dan batupasir/konglomerat F. Walanae)

Batuan Gunungapi Kalamiseng ( Breksi dan lava)

Batuan intrusi (Granodiorit dan Diorit)

Prospek mineral logam Besi (Fe), Mangan (Mn), Tembaga (Cu) dan Timah Hitam/Galena (Pb) terkonsentrasi di bagian Tengah dan Selatan, berassosiasi dengan intrusi granodiorit dan Diorit terutama pada kontak dengan batugamping (batukapur) dan zona rekahan dan patahan batuan.

 

PROSPEKSI  PABRIK SEMEN

Bahan Baku yang tersedia di Kabupaten Bone adalah:

  • Batugamping/Batu Kapur (Limestone)
  • Batulempung (Clay)
  • Batupasir Kuarsa

Potensi Batukapur Di Kab. Bone

Potensi bahan galian batugamping/batukapur di Kabupaten Bone diketahui dari Peta Geologi Lembar Pangkajene dan Watampone Bagian Barat (Rab Sukamto, 1982) :

Anggota Taccipi dari Formasi Walanae

Terletak di bagian utara Kab. Bone dan sebagian di bagian barat Kab. Bone.

Formasi Tonasa

Terletak di bagian selatan Kab. Bone. Sifat-sifat fisika dan kimia batuan identik dengan batukapur yang digunakan oleh PT. Semen Tonasa dan PT. Semen Bosowa Maros.

 

PROSPEKSI  PABRIK SEMEN

Potensi Batulempung (Clay) Di Kab. Bone

Anggota Taccipi dari Formasi Walanae

Terletak di bagian utara dan barat Kab. Bone

Formasi Walanae

Terletak di bagian utara dan bagian tengah ke arah barat Kabupaten Bone.

Merupakan perselingan antara batupasir, konglomerat, tufa, batulanau, batulempung, batugamping dan napal.

Batuan Gunungapi Kalamiseng

Merupakan perselingan antara lava, breksi, tufa pasiran dan batulempung.

Terletak di bagian tengah Kab. Bone.

Formasi Mallawa

Terletak di bagian Utara Kab. Bone (Kecamatan Lappariaja dan Lamuru).

Formasi Salo Kalumpang

Merupakan perselingan antara batupasir, serpih, batulempung, konglomerat, breksi dan tufa.

 

KAWASAN INDUSTRI

INDUSTRI BESAR

INDUSTRI KECIL DAN RUMAH TANGGA

  1. Pabrik Gula Camming di Kec.Libureng
  2. Pabrik Gula Arasoe di Kec. Cina
  3. Pengolahan Alkohol/Spritus di Kec.Cina

Aglomerasi Industri Kecil dan Industri Rumah Tangga dengan kegiatan usaha :

  • Pengolahan Hasil Pertanian
  • Industri Makanan
  • Industri Kerajinan
  • Industri Meubel
  • Industri Pertukangan

Tersebar di hampir 27 Kecamatan yang ada di Kabupaten Bone

 

KAWASAN PARIWISATA

PARIWISATA ALAM

  • Tanjung Pallette
  • Gua Mampu
  • Gua Jepang
  • Gua Janci
  • Pantai Ujung Pattiro
  • Dan Lain-lain

PARIWISATA BUDAYA

  • Mesium Arajange
  • Kawasan Manurunge
  • Bola Soba
  • Tana Bangkalae
  • Makam Kalokkoe
  • Dan lain-lain

PARIWISATA BUATAN

  • Waterboom Tanjung Pallette
  • Wisata Kuliner Pusat Jajan
  • Wisata Kuliner Pantai Kering