Dinas Perindustrian Kab bone

VISI DAN MISI

4.1      Visi dan Misi Dinas Perindustrian Kabupaten Bone

Visi

Adapun visi organisasi Dinas Perindustrian Kabupaten Bone adalah,

TERWUJUDNYA EKONOMI KERAKYATAN BERBASIS PERINDUSTRIAN DAN PENGELOLALAAN  SUMBER DAYA MINERAL DAN ENERGI YANG BERWAWASAN LINGKUNGAN UNTUK KESEJAHTERAAN MASYARAKAT”.

 

Visi tersebut mengandung makna bahwa organisasi Dinas Perindustrian Kabupaten Bone memiliki hasrat yang kuat dalam mengelola industri, sumber daya mineral dan energi yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan diwilayah Kabupaten Bone untuk mendukung percepatan pembangunan ekonomi bagi kesejahteraan masyarakat,  dengan resiko lingkungan sekecil-kecilnya.

 

 

Misi :

Dalam rangka mewujudkan visi dari Dinas Perindustrian Kabupaten Bone, maka perlu diwujudkan dalam pelaksanaan misi, adapun misinya antara lain :

  1. Meningkatkan kualitas, profesionalisme, disiplin dan motivasi kerja sumber daya aparatur dalam memberikan pelayanan prima.
  2. Meningkatkan peran perindustrian,energi dan sumber daya mineral bagi kesejahteraan masyarakat;
  3. Mengembangkan konservasi industri dan energi sumber daya mineral;
  4. Mengembangkan sistem informasi dan kualitas database perindustrian dan energy sumber daya mineral;
  5. Mendorong peran serta pengusaha pertambangan dan energi dalam pemberdayaan masyarakat lingkar usaha pertambangan;
  6. Mengembangkan sinergitas dan aksesibilitas antara Instansi terkait.
  7. Mengembangkan sistem pengelolaan lingkungan pertambangan yang berdaya guna dan berkelanjutan.
  8. Mendorong pengembangan energi alternatif (energi baru terbaharukan).

 

4.2      Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Dinas Perindustrian Kabupaten Bone

Tujuan

  1. Meningkatkan kualitas dan ketrampilan SDM Perindustrian dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi
  2. Meningkatkan sarana dan prasarana
  3. Meningkatkan potensi sumber daya alam daerah menjadi produk olahan
  4. Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berwirausaha di bidang kegiatan Agrobisnis dan Agro Industri yang berbasis Sumber Daya
  5. Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berwirausaha di bidang kegiatan Agrobisnis dan Agro Industri yang berbasis Sumber Daya
  6. Meningkatkan kapasitas dan profesionalisme pembina IKM dan UDKM
  7. Meningkatkan perlindungan hukum bagi pelaku usaha dan konsumen
  8. Meningkatkan produksi guna memperbesar peran sektor pertambangan dan energi dalam penerimaan PDRB dan PAD Kabupaten Bone.
  9. Meningkatkan ketersediaan energi dan air tanah untuk kebutuhan masyarakat.
  10. Mengoptimalkan produksi dan ketersediaan bahan tambang dan air tanah dengan senangtiasa memperhatikan keseimbangan fungsi lingkungan.
  11. Mempertahankan kelestarian sumber-sumber energi.
  12. Meningkatkan pendayagunaan potensi dan lingkungan tambang sesuai kewenangan.
  13. Meningkatkan kualitas pengelolaan pertambangan dan energi
  14. Meningkatkan dukungan sistem informasi pertambangan dan energi.
  15. Meningkatkan profesionalitas pelayanan informasi
  16. Meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab dunia usaha pertambangan dan energi  dalam pemberdayaan masyarakat wilayah lingkar usaha pertambangan dan energi
  17. Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemberdayaan masyarakat wilayah lingkar usaha pertambangan dan energi
  18. Meningkatkan keterpaduan dalam pengelolaan pertambangan dan energi antara Pemerintah, Provinsi dan Kabupaten Kota.
  19. Meningkatkan kualitas database potensi pertambangan dan energi.

 

Sasaran

Dengan mengacu pada Misi dan Tujuan yang telah ditetapkan, maka sasaran yang akan dicapai dalam kurun waktu 5 (Lima) tahun mendatang adalah sebagai berikut :

  1. Meningkatnya SDM yang memiliki kapasitas dalam pengembangan
  2. Meningkatnya sarana dan prasarana
  3. Meningkatnya jumlah IKM yang memanfaatkan sumberdaya alam menjadi produk olahan
  4. Bertambahnya jumlah wirasuaha baru
  5. Meningkatnya ketrampilan pelaku usaha dalam proses produksi, penguasaan teknologi dan pengembangan jaringan pemasaran
  6. Meningkatknya kemampuan pelaku usaha dalam rangka pengembangan kesempatan kerja dan berusaha
  7. Meningkatnya kapasitas dan profesionalisme pembina IKM dan UDKM
  8. Peningkatan pengawasan produksi
  9. Tersedianya database produksi tambang dan penjualan energi
  10. Peningkatan tahapan kegiatan sektor pertambangan dan energi
  11. Terinventarisasinya potensi  air tanah dan kebutuhan energi.
  12. Tersedianya energi alternatif yang memanfaatkan potensi sumber energi setempat
  13. Terpenuhinya kebutuhan listrik,  bahan bakar, dan air bersih untuk masyarakat
  14. Peningkatan pengawasan produksi tambang dan pemanfaatan air tanah.
  15. Terlaksananya kegiatan penambangan yang baik dan benar
  16. Terlaksananya kegiatan reklamasi dan pemulihan lingkungan
  17. Terjaganya ekosistem disekitar sumber energi.
  18. Meningkatkan kegiatan survey dan penelitian sumber EBT
  19. Sosialisasi pemanfaatan lahan sekitar sumber EBT
  20. Penataan lahan sesuai dokumen reklamasi dan RPT.\
  21. Sosialisasi pemanfaatan lahan reklamasi bagi masyarakat sekitar.
  22. Peningkatan pembinaan dan pengwasan sektor pertambangan dan energi
  23. Pengelolaan data pertambangan dan energi berbasis SIG
  24. Tersedianya  perangkat SIG dan  media penyebarluasan informasi pertambangan dan energi.
  25. Tersedianya SOP pelayanan dan struktur atau mekanisme pengaduan.
  26. Peningkatan SDM Aparatur pengelola pelayanan.
  27. Dukungan nyata dari instansi terkait.
  28. Peningkatan program dan kegiatan Comdev dan CSR.
  29. Peningkatan pelibatan masyarakat lingkar tambang dalam perumusan program Comdev dan CSR.
  30. Peningkatan kesadaran pelaku usaha akan tanggung jawabnya terhadap program Comdev dan CSR.
  31. Peningkatan pelibatan masyarakat lingkar tambang dalam perumusan program Comdev dan CSR.
  32. Meningkatkan komunikasi antara pelaku usaha dan masyarakat serta instansi terkait.
  33. Terfasilitasinya program pemberdayaan masyarakat.
  34. Peningkatan koordinasi dan komunikasi antar instansi terkait.
  35. Pembuatan regulasi yang menguntungkan secara bersama.
  36. Peningkatan penyediaan data yang berbasis SIG.
  37. Peningkatan kegiatan survey